Banjir di Pasuruan Rendam 1.148 KK, Khofifah Turun Langsung Bawa Bantuan dan Pastikan Keselamatan Warga

Kamis, 26 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jatim Khofifah meninjau banjir di Pasuruan dan menyalurkan bantuan, Kamis (26/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jatim Khofifah meninjau banjir di Pasuruan dan menyalurkan bantuan, Kamis (26/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau lokasi banjir di Dusun Bandaran, Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Kamis (26/3/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mempercepat penanganan dampak banjir yang meluas.

Dalam peninjauan tersebut, Khofifah juga menyalurkan bantuan sembako kepada ratusan warga terdampak, termasuk mereka yang terpaksa mengungsi akibat tingginya genangan air di wilayah tersebut.

Sejak pagi hari, Khofifah menyusuri sejumlah titik banjir, bahkan menggunakan perahu untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses kendaraan darat. Langkah ini dilakukan guna memastikan kondisi riil masyarakat sekaligus distribusi bantuan berjalan tepat sasaran.

Banjir yang melanda wilayah Pasuruan dilaporkan terjadi sejak 24 Maret 2026 akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi tersebut menyebabkan luapan sungai dan diperparah oleh sistem drainase yang kurang optimal serta faktor pasang air laut.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, genangan di Kecamatan Rejoso mencapai setinggi lutut orang dewasa. Bahkan, pada puncaknya, air sempat naik hingga setinggi perut orang dewasa, sehingga aktivitas warga lumpuh total.

Secara keseluruhan, banjir berdampak pada 1.148 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Beji, Rejoso, Bangil, Winongan, Grati, Kraton, hingga Gempol.

Sebagai bagian dari respons cepat, BPBD bersama pemerintah daerah telah melakukan assessment, mendirikan tenda pengungsian, serta menyalurkan logistik bagi warga terdampak. Perahu karet juga dikerahkan untuk membantu mobilitas warga di lokasi banjir.

“Pemprov Jatim bersama seluruh jajaran terus bersiaga dan berkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan dampak banjir. Kami minta masyarakat tetap berhati-hati, keselamatan menjadi prioritas utama,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan serta meluapnya anak-anak sungai di kawasan dataran rendah tersebut. Kondisi geografis membuat air mudah menggenang dan sulit surut dengan cepat.

“Kalau saya menyebut ini genangan, karena ini sebenarnya aliran dari anak-anak sungai di sekitar sini. Intensitas hujan tinggi membuat air meluber,” jelasnya.

Untuk mengatasi genangan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menyiapkan 10 unit pompa air. Rinciannya, enam unit milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jatim dan empat unit dari pemerintah kabupaten.

Namun demikian, proses pemompaan belum bisa maksimal saat puncak banjir karena ketinggian air sungai sejajar dengan daratan. Pemompaan baru efektif dilakukan saat debit air sungai mulai surut.

Khofifah menilai, persoalan banjir di wilayah Rejoso membutuhkan solusi jangka panjang. Salah satunya melalui normalisasi anak sungai agar aliran air dapat terkanalisasi dengan baik hingga menuju laut.

Selain berdampak pada permukiman, banjir juga menyebabkan kerusakan lahan pertanian hingga gagal panen (puso). Untuk itu, Pemprov Jatim berkomitmen memberikan bantuan benih kepada petani terdampak setelah proses pendataan selesai.

“Kami siap membantu benih bagi lahan yang dinyatakan puso. Pendataan sedang dilakukan agar bantuan tepat sasaran,” tegasnya.

Di sisi lain, dapur umum yang didirikan di Kantor Kecamatan Rejoso mampu memproduksi sekitar 1.500 bungkus makanan siap saji per hari. Hal ini menjadi penopang utama kebutuhan konsumsi warga selama masa tanggap darurat.

Khofifah juga meninjau langsung dapur umum tersebut untuk memastikan distribusi makanan berjalan merata dan kualitasnya tetap terjaga.

Di sela kunjungan, Khofifah turut berinteraksi dengan anak-anak korban banjir dan membagikan mainan guna menjaga kondisi psikologis mereka. Ia menekankan pentingnya menjaga keceriaan anak-anak di tengah situasi bencana.

Salah satu warga, Sumiati, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah. “Terima kasih sudah membantu kami. Tadi subuh air sampai di perut, kami tidak bisa tidur,” ujarnya.

Khofifah menegaskan, meski banjir sulit dihilangkan sepenuhnya, pemerintah akan terus berupaya menekan dampaknya melalui langkah strategis dan kolaboratif. “Kita cari solusi terbaik agar kejadian serupa bisa diminimalkan di masa mendatang,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hortikultura Dinilai Bisa Jadi Peluang Baru bagi Petani Lamongan
KLB IA UPN Veteran Jatim Cabut Mandat Ketua Umum, Seluruh Ketua IA Fakultas Ambil Alih Kepemimpinan
312 Kampung Olahraga di Sidoarjo Tak Hanya Bikin Sehat, Tetapi Juga Gerakkan UMKM
Khofifah Kenang Yasuo Fukuda, Tokoh yang Bantu Perkuat Investasi Jepang di Jatim
Kapolrestabes Semarang Soroti Modus Narkoba Lewat Vape Saat Safari Subuh
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Ultimatum 5×24 Jam untuk PT IIS Asian Agri Group, Aktivis Soroti HGU hingga CSR di Pelalawan
Kabupaten Pasuruan Borong 3 Penghargaan, dari Pangan hingga Inovasi Pelayanan Publik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:02

Hortikultura Dinilai Bisa Jadi Peluang Baru bagi Petani Lamongan

Minggu, 1 November 2026 - 05:55

KLB IA UPN Veteran Jatim Cabut Mandat Ketua Umum, Seluruh Ketua IA Fakultas Ambil Alih Kepemimpinan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:28

312 Kampung Olahraga di Sidoarjo Tak Hanya Bikin Sehat, Tetapi Juga Gerakkan UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:23

Khofifah Kenang Yasuo Fukuda, Tokoh yang Bantu Perkuat Investasi Jepang di Jatim

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58

Kapolrestabes Semarang Soroti Modus Narkoba Lewat Vape Saat Safari Subuh

Berita Terbaru