Banyuwangi Siapkan Dana Abadi Daerah, Jamin Pembangunan Berkelanjutan

Sabtu, 1 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menerima paparan rencana pembentukan Dana Abadi Daerah (DAD) dari jajaran BPKAD di Gedung DPRD Banyuwangi, Kamis (30/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menerima paparan rencana pembentukan Dana Abadi Daerah (DAD) dari jajaran BPKAD di Gedung DPRD Banyuwangi, Kamis (30/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai menyiapkan langkah besar untuk menjaga kesinambungan pembangunan jangka panjang melalui pembentukan Dana Abadi Daerah (DAD). Skema keuangan inovatif ini dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan fiskal daerah, sekaligus memastikan program pembangunan tetap berjalan meski menghadapi gejolak ekonomi.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, menjelaskan bahwa Dana Abadi Daerah akan berfungsi layaknya tabungan investasi daerah. Dana tersebut tidak akan digunakan langsung untuk belanja daerah, melainkan diinvestasikan kembali pada instrumen keuangan yang aman, produktif, dan diawasi secara ketat.

“Kita siapkan dana yang ditempatkan pada instrumen investasi yang aman dan produktif. Hasil pengelolaannya akan digunakan untuk membiayai kegiatan prioritas masyarakat. Semua prosesnya didampingi dan diawasi aparat penegak hukum agar tetap akuntabel,” ujar Cahyanto usai rapat dengar pendapat bersama legislatif dan elemen masyarakat di Gedung DPRD Banyuwangi, Kamis (30/10/2025).

Ia menegaskan, modal awal pembentukan Dana Abadi Daerah akan bersumber dari penerimaan sah daerah, seperti dividen saham perusahaan daerah, hasil investasi aset daerah, serta pendapatan lain yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. “Skema ini memungkinkan hasil kekayaan daerah tidak langsung habis untuk belanja rutin, tetapi diputar menjadi sumber pendapatan berkelanjutan. Dengan begitu, Banyuwangi memiliki sumber pendapatan baru yang bisa melengkapi dana transfer pusat dan PAD tahunan,” jelasnya.

Cahyanto menambahkan, pengelolaan DAD akan dilakukan secara profesional dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan. Pemerintah daerah berkomitmen melibatkan berbagai pihak, mulai dari aparat penegak hukum, akademisi, hingga praktisi keuangan, untuk memastikan mekanisme pengawasan yang kuat.

“Dana pokoknya tidak boleh digunakan untuk belanja. Hanya hasil pengembangannya yang bisa dimanfaatkan. Dengan demikian, nilai pokok tetap utuh dan terus bertumbuh,” tegasnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi, Samsudin, menambahkan bahwa pembentukan Dana Abadi Daerah merupakan langkah visioner Pemkab Banyuwangi dalam membangun fondasi ekonomi jangka panjang. Menurutnya, skema ini tidak hanya berorientasi pada stabilitas keuangan, tetapi juga pada keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Ini bukan dana yang boleh diambil seenaknya. Justru kita jaga agar terus tumbuh, menjadi penyangga keuangan daerah di masa depan,” ujarnya.

Samsudin menjelaskan, keuntungan dari pengelolaan dana abadi nantinya akan dialokasikan untuk mendanai berbagai sektor prioritas, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pengembangan ekonomi kreatif. “Kita ingin memastikan berbagai program unggulan daerah tetap bisa berjalan meskipun kondisi fiskal berubah. Ini adalah bentuk ikhtiar kita untuk menyiapkan Banyuwangi masa depan, agar generasi mendatang tetap merasakan manfaat dari hasil pengelolaan sumber daya hari ini,” tambahnya.

Pembentukan Dana Abadi Daerah menjadi bagian dari upaya Pemkab Banyuwangi membangun tata kelola keuangan yang lebih tangguh dan berorientasi jangka panjang. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian pembiayaan bagi program publik strategis, sekaligus menciptakan fondasi fiskal yang kuat untuk pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Berita Terbaru