SEMARANG, RadarBangsa.co.id — Kawasan Pecinan Kranggan memasuki babak baru pengembangan pariwisata setelah Desa Wisata Krabat Pecinan Semarang resmi diluncurkan di Pasar Wisata Gang Baru, Kelurahan Kranggan, Minggu (20/9/2026) malam.
Peluncuran tersebut menempatkan kekayaan sejarah, budaya, kuliner, hingga potensi tersembunyi di kawasan Pecinan sebagai bagian dari destinasi wisata yang dikembangkan bersama masyarakat.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB itu dihadiri Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah H. Endro Dwi Cahyono, S.T., Anggota DPRD Kota Semarang Michael, S.Kom., Trivena Weyatin Soehendro, S.Kom., Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Indriyasari, S.E., M.A.P., Lurah Kranggan Anggit Noorpratama Adhijaya, S.STP., Ketua LPMK Kelurahan Kranggan Markus Djulipurwanto, serta Ketua Pokdarwis Krabat Pecinan Hengky Hidayat Pranadya.
Turut hadir budayawan sekaligus penasihat Krabat Pecinan Harjanto Halim, tokoh masyarakat Pecinan Kelurahan Kranggan Benita, serta sejumlah tamu undangan.
Peluncuran berlangsung dengan suasana berbeda ketika Hengky bersama jajaran pengurus Pokdarwis Krabat Pecinan tampil dalam pertunjukan tarian bergaya gangster. Aksi tersebut mengundang gelak tawa para tamu, termasuk Agustina.
“Wah, sangar iki nek ngene, kaya ketua gangster karo anak buahe tenan,” ujar Agustina sembari tertawa.
Di balik suasana meriah tersebut, Pokdarwis Krabat Pecinan membawa gagasan pengembangan wisata yang bertumpu pada keterlibatan warga. Ketua Pokdarwis Krabat Pecinan Hengky Hidayat Pranadya mengatakan kawasan tersebut memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan melalui konsep Community Based Tourism (CBT).
“Krabat Pecinan memiliki banyak potensi dan daya tarik wisata tersendiri, antara lain wisata berbasis masyarakat dengan mengusung konsep Community Based Tourism untuk menggerakkan warga lokal,” ujar Hengky.
Menurut Hengky, kekayaan sejarah dan budaya Pecinan Kranggan menjadi salah satu modal penting. Jejak sejarah, tradisi, serta kehidupan masyarakat yang telah berlangsung selama puluhan tahun menjadi bagian dari karakter kawasan yang ingin diangkat sebagai daya tarik wisata.
Selain heritage, kawasan tersebut memiliki potensi kuliner dan berbagai hidden gem yang dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata. Dengan pendampingan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Krabat Pecinan diharapkan dapat berkembang sebagai pusat kuliner khas sekaligus destinasi untuk menjelajahi lorong-lorong autentik Pecinan Kranggan.
“Destinasi wisata berbasis masyarakat ini dikelola oleh Pokdarwis Krabat Pecinan. Dengan dukungan semua pihak, saya yakin Desa Wisata Krabat Pecinan akan semakin maju dan diminati wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” kata Hengky.
Sementara itu, Agustina menyebut peluncuran Desa Wisata Krabat Pecinan sebagai sesuatu yang langka sekaligus luar biasa. Ia menilai kawasan heritage dan kekayaan kuliner menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tarik pariwisata Kota Semarang.
“Ini adalah sesuatu yang langka dan luar biasa karena Krabat Pecinan Kelurahan Kranggan Semarang bisa diresmikan menjadi Desa Wisata. Kota Semarang akan menjadi destinasi wisata yang sangat menyenangkan. Salah satunya heritage dan kulinernya sangat keren,” ujarnya.
Pengembangan desa wisata tersebut juga diarahkan untuk memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat dalam menghidupkan kawasan. Aktivitas pariwisata diharapkan tidak hanya memperkuat daya tarik Pecinan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.
Agustina berpesan agar Pokdarwis Krabat Pecinan terus membangun kreativitas dan memperkuat komunitas-komunitas yang berada di kawasan desa wisata. Menurutnya, keberadaan berbagai komunitas dapat membuat kawasan semakin hidup dan tetap menyatu dengan karakter masyarakat Pecinan.
“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung Krabat Pecinan menjadi desa wisata. Sesuai namanya, Krabat—Kranggan Hebat—pasti akan semakin maju dan hebat ke depannya,” tutur Agustina.
Rangkaian peluncuran kemudian ditutup dengan hiburan dan ramah tamah bersama para tamu undangan.
Dengan memadukan sejarah, budaya, kuliner, komunitas, dan keterlibatan warga, Desa Wisata Krabat Pecinan Semarang diarahkan menjadi destinasi wisata berbasis heritage sekaligus ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi kawasan di jantung Kota Semarang.
Penulis : Oki
Editor : Zainul Arifin


















Komentar