Dokter RSUD H Moh Ruslan Mataram Ungkap Tips Aman Puasa bagi Penderita GERD

Sabtu, 28 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dr Larangga RSUD H. Moh. Ruslan Mataram memberikan edukasi tips puasa bagi penderita GERD, Sabtu (28/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

dr Larangga RSUD H. Moh. Ruslan Mataram memberikan edukasi tips puasa bagi penderita GERD, Sabtu (28/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Penderita penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) kerap menghadapi dilema saat Ramadan. Di satu sisi ingin menjalankan ibadah puasa secara penuh, namun di sisi lain khawatir gejala kambuh akibat perubahan pola makan dan lambung kosong dalam waktu lama.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Larangga Gempa B, Sp.PD, FINASIM, F.Onkologi, menegaskan bahwa penderita GERD tetap dapat berpuasa selama mampu mengatur pola makan dan gaya hidup secara tepat.

Menurutnya, puasa justru berpotensi membantu memperbaiki kesehatan lambung apabila dilakukan dengan pola konsumsi yang terkontrol.

“Puasa aman bagi penderita GERD selama makanan yang dikonsumsi tepat dan tidak berlebihan saat berbuka,” ujar dr Larangga, Sabtu (28/2/2026).

Ia menjelaskan, kunci utama dimulai sejak sahur. Penderita GERD disarankan mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi putih atau nasi merah, disertai protein sehat seperti telur rebus, ikan, maupun daging tanpa lemak.

Selain itu, asupan serat dari sayuran hijau yang rendah gas seperti kangkung dianjurkan, sementara sayur pemicu kembung seperti kol dan kembang kol sebaiknya dihindari. Konsumsi air putih minimal dua hingga tiga gelas saat sahur juga penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

dr Larangga menekankan agar masyarakat menghindari makanan berlemak tinggi, gorengan, makanan pedas, serta makanan asam yang dapat memicu peningkatan produksi asam lambung. Obat GERD juga dianjurkan diminum sekitar 30 menit sebelum makan.

Saat berbuka puasa, penderita GERD disarankan memulai dengan air putih dan buah secukupnya seperti kurma atau semangka sebelum makan utama. Minuman bersoda dan makanan pedas tetap perlu dihindari.

Jika gejala asam lambung muncul saat berpuasa, penderita dapat beristirahat, melakukan kompres hangat di area perut, atau mengonsumsi obat golongan antasida maupun H2 blocker sesuai anjuran dokter.

Namun, ia mengingatkan bahwa kesehatan tetap menjadi prioritas utama.

“Jika gejala memberat dan tidak tertahankan, maka diperbolehkan membatalkan puasa demi keselamatan kesehatan,” pungkasnya.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru