Kamtibmas Membaik, Premanisme Disikat Polda Jateng

Rabu, 21 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Operasi Aman Candi 2025 yang digelar Kepolisian Daerah Jawa Tengah Polda Jateng (ist)

Operasi Aman Candi 2025 yang digelar Kepolisian Daerah Jawa Tengah Polda Jateng (ist)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id — Operasi Aman Candi 2025 yang digelar Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) sejak 12 Mei hingga 20 Mei 2025 mencatat hasil signifikan. Sebanyak 290 pelaku premanisme berhasil diamankan, dan angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menunjukkan penurunan mencolok sebesar 18,44 persen.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menjelaskan bahwa penurunan angka gangguan kamtibmas menjadi bukti konkret dari intensifnya patroli dan penindakan di lapangan.

“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah gambaran dari situasi yang mulai membaik. Masyarakat patut merasa lebih aman. Komitmen kami jelas: memberantas premanisme hingga ke akar,” tegas Artanto, Rabu (21/5/2025) dikutip dari detikJateng.

Ia merinci, pada 20 Mei saja, aparat berhasil mengungkap 24 kasus premanisme, mengamankan 46 pelaku, terdiri dari 38 laki-laki dan 8 perempuan. Sejak operasi digelar, total 186 kasus terungkap, dengan jumlah pelaku mencapai 290 orang—268 laki-laki dan 22 perempuan.

“Angka tindak kriminal juga turun sebanyak 11 kasus atau setara 8,46%. Ini bukti bahwa tindakan represif dan edukatif kami berjalan seiring,” ujarnya.

Salah satu lokasi operasi yakni di Grobogan, di mana dua juru parkir liar diamankan karena memungut retribusi tanpa karcis resmi. Di Wonosobo, pendekatan persuasif dilakukan dengan pembinaan dan penandatanganan surat pernyataan oleh pelaku.

Tak hanya menyasar aksi premanisme, operasi ini juga menyentuh kejahatan jalanan lainnya. Polres Pati dan Rembang misalnya, mengungkap dua kasus kekerasan kelompok pelajar, salah satunya menyebabkan korban luka berat.

“Penegakan hukum adalah garis merah kami. Tapi pendekatan humanis tetap kami kedepankan, karena kami ingin para pelaku tidak hanya ditindak, tapi juga berubah,” tegas Artanto.

Ia juga mengingatkan bahwa Operasi Aman Candi 2025 masih akan berlangsung hingga akhir Mei, dan bisa diperpanjang melihat dinamika di lapangan.

“Kami ingin masyarakat tahu, kami ada di tengah-tengah mereka. Premanisme tidak boleh mendapat tempat di Jawa Tengah. Ini tentang rasa aman, dan kami akan pastikan itu hadir nyata,” pungkasnya.

Penulis : Bandi

Berita Terkait

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Selasa, 3 November 2026 - 09:53

Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan

Senin, 2 November 2026 - 10:26

58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir

Berita Terbaru