Kecelakaan Kerja 2025 Capai 319.224 Kasus, Wamenaker Tekankan Higiene Industri

Kamis, 24 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenaker Afriansyah Noor saat menjadi pembicara dalam International Workshop on Industrial Hygiene, Occupational Safety and Health di Jakarta, Kamis (24/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Wamenaker Afriansyah Noor saat menjadi pembicara dalam International Workshop on Industrial Hygiene, Occupational Safety and Health di Jakarta, Kamis (24/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan pentingnya penerapan higiene industri untuk mengenali dan mengendalikan berbagai faktor bahaya di tempat kerja.

Menurutnya, upaya tersebut diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat sekaligus mendukung produktivitas pekerja.

“Tanpa higiene industri yang baik, potensi produktivitas tenaga kerja muda kita tidak akan tercapai secara maksimal,” ujar Afriansyah saat menjadi pembicara dalam International Workshop on Industrial Hygiene, Occupational Safety and Health sekaligus Musyawarah Nasional AHKKI di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Afriansyah mengatakan kapasitas kerja memiliki kaitan erat dengan kondisi kesehatan dan keterampilan pekerja. Karena itu, peningkatan derajat kesehatan tenaga kerja perlu menjadi perhatian untuk mendukung produktivitas dan daya saing.

Ia menyebut kondisi kesehatan pekerja di Indonesia masih memerlukan perhatian. Penerapan higiene industri dinilai dapat membantu mengenali sekaligus mengendalikan kondisi lingkungan kerja yang berpotensi memengaruhi kesehatan pekerja.

Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah memaparkan data BPJS Ketenagakerjaan mengenai kecelakaan kerja. Sepanjang 2025 tercatat 319.224 kasus kecelakaan kerja, turun dibandingkan 2024 yang mencapai 462.241 kasus.

Data yang sama menunjukkan angka fatalitas juga menurun. Pada 2024 tercatat 49.170 pekerja, sedangkan pada 2025 angkanya menjadi 9.834 pekerja.

“Karena itu, Kemnaker terus menjalankan berbagai program K3 untuk menekan angka kecelakaan kerja. Penerapan higiene industri merupakan bagian dari upaya menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat,” tegas Afriansyah.

Ia menambahkan, kesadaran pengusaha dan pekerja mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perlu terus ditingkatkan.

Penerapan K3 secara konsisten, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi bagian dari budaya kerja di berbagai sektor.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru