Khofifah Dampingi Gubernur BI Buka FESyar Jawa 2026, Dorong Ekosistem Halal Tembus Pasar Global

Sabtu, 26 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti membuka FESyar Regional Jawa 2026 di Grand City Convex Surabaya, Sabtu (26/9). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti membuka FESyar Regional Jawa 2026 di Grand City Convex Surabaya, Sabtu (26/9). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 di Grand City Convex Surabaya, Sabtu (26/9).

FESyar Jawa 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Kegiatan yang berlangsung secara hibrida hingga 27 September itu menghadirkan 312 stan pameran dan menjadi bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 pada Oktober 2026 di Jakarta.

Melalui forum, pameran, dan berbagai kompetisi, FESyar mempertemukan pelaku usaha, lembaga keuangan, pesantren, pemerintah, serta sejumlah mitra untuk memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengatakan Jawa Timur memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan industri halal. Menurutnya, penguatan ekosistem mulai dari produksi hingga pemasaran perlu terus dilakukan agar semakin banyak produk Jawa Timur mampu menjangkau pasar global.

“Kekuatan ekosistem halal Jawa Timur sendiri terus berkembang. Untuk sekarang, kita sudah punya 22 Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat atau KHAS, 804 destinasi pariwisata ramah muslim, serta 56 sentra dan kawasan halal. Insya Allah ini akan selalu kita kembangkan lebih jauh,” ujar Khofifah.

Perkembangan ekosistem halal juga terlihat dari jumlah sertifikasi. Hingga Agustus 2026, sebanyak 703.853 sertifikat halal telah diterbitkan di Jawa Timur yang mencakup sekitar 1,8 juta produk.

Khofifah berharap capaian tersebut dapat memperkuat kepercayaan konsumen, meningkatkan daya saing produk Jawa Timur, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.

“Penguatan ekosistem halal juga berjalan seiring dengan penguatan sektor keuangan syariah. Nilai aset perbankan syariah di Jawa Timur mencapai Rp937,13 triliun, dengan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp857,63 triliun,” terang Khofifah.

Jawa Timur yang meraih Terbaik I Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 dari Kementerian Perindustrian RI juga disebut telah melakukan ekspansi internasional, termasuk dalam rantai pasok kebutuhan haji dan umrah.

Salah satunya melalui Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Arab Saudi di Jeddah yang mencatat transaksi lebih dari Rp6,7 triliun.

“Ini akan diikuti dengan kunjungan tim investor ke Jawa Timur pada Oktober, November, dan awal Januari. Mudah-mudahan ini menjadi penguat bagi pengembangan ekosistem dan industri halal yang sedang kita tumbuh kembangkan,” tuturnya.

Khofifah juga menyebut gaung FESyar Jawa Timur telah mendapat perhatian dari pelaku usaha di Arab Saudi.

“Saya percaya bahwa resonansi FESyar di Jawa Timur ini sangat kuat. Bahkan ada salah satu pimpinan pelaku usaha Saudi Arabia yang mengunggah tentang FESyar ini. Itu berarti, resonansinya sangat kuat,” lanjutnya.

Menurut Khofifah, FESyar tidak cukup hanya menjadi agenda tahunan. Ia berharap festival tersebut melahirkan kerja sama yang terus berjalan setelah kegiatan berakhir dengan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kita tentu berharap bahwa FESyar Jawa ini akan bisa mendorong lebih banyak transaksi, kemitraan, usaha, inovasi, dan perluasan pasar yang terus berlanjut setelah festival ini selesai. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan ekonomi syariah bukan hanya seberapa besar asetnya, tetapi seberapa luas manfaat dan kemaslahatan yang dihasilkannya,” pesannya.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan Jawa Timur dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai memiliki potensi sebagai barometer ekonomi syariah nasional.

Jawa Timur memiliki 97,33 persen penduduk Muslim dan 7.347 pesantren. Surabaya juga memiliki sejarah penting sebagai lokasi pertama penyelenggaraan ISEF pada 2014.

“FESyar ini sudah 13 kali diselenggarakan dan tidak pernah bergeser dari Jawa Timur, kita tidak bisa berpindah ke lain hati. Karena nama Festival Ekonomi Keuangan Syariah itu sudah dipatenkan Jawa Timur 13 tahun lalu,” katanya.

Destry mengatakan penyelenggaraan FESyar dari tingkat regional kemudian dikembangkan ke tingkat nasional karena dinilai sesuai dengan potensi Indonesia yang memiliki jumlah penduduk Muslim yang besar.

“Dan saat itu kami melihat acara ini bagus sekali dan sangat cocok dengan Indonesia, di mana kita mempunyai potensi yang sangat besar dengan umat muslim kita yang sangat besar juga. Kami berfikir tidak cukup kalau hanya di regional sehingga FESyar ini kami bawa ke level pusat. Tapi idenya ada di sini, sehingga FESyar Jawa akan selalu ada di Jawa Timur,” pungkas Destry.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur Ibrahim.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru