PACITAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung progres rekonstruksi dua jembatan vital di Desa Tambakrejo, Kabupaten Pacitan, Senin (22/12). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pemulihan akses warga pascabencana berjalan sesuai target serta memenuhi standar keamanan jangka panjang.
Dua jembatan yang dikunjungi masing-masing berada di Dusun Kwaron dan Dusun Tambaan. Keduanya memiliki peran strategis sebagai penghubung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat desa, terutama bagi mobilitas pertanian dan akses antarpermukiman.
Khofifah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jembatan dan jalan lingkungan, tidak sekadar soal fisik bangunan, tetapi menyangkut keberlanjutan kehidupan masyarakat di wilayah rawan bencana seperti Pacitan.
“Konektivitas adalah kunci pergerakan ekonomi dan aktivitas sosial warga. Karena itu, rekonstruksi jembatan ini tidak hanya kita percepat, tetapi juga kita pastikan kualitas dan kekuatannya agar aman serta berkelanjutan,” ujar Khofifah saat meninjau lokasi.
Ia menambahkan, setiap proyek rekonstruksi harus dirancang dengan perhitungan matang dan spesifikasi teknis yang mampu menjawab tantangan kondisi geografis dan hidrologi setempat. Menurutnya, ketahanan infrastruktur menjadi bagian penting dari upaya mitigasi risiko bencana ke depan.
“Perencanaan teknisnya harus benar-benar memperhitungkan kondisi alam. Jangan sampai jembatan dibangun cepat, tetapi tidak cukup kuat menghadapi cuaca ekstrem,” kata Khofifah.
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu menekankan bahwa keberadaan jembatan desa sangat menentukan keterhubungan masyarakat terhadap berbagai layanan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian. Karena itu, Pemprov Jatim terus berupaya mengakomodasi usulan infrastruktur dari pemerintah daerah secara bertahap dan terukur.
“Ini akan sangat membantu konektivitas masyarakat, baik untuk sosial, ekonomi, pendidikan, dan lainnya. Di berbagai titik yang diajukan Pak Bupati, kami akan mencoba memenuhi sesuai kemampuan anggaran. Selain jembatan ini, masih ada jembatan lain yang progresnya sudah mencapai 80 hingga 85 persen, termasuk jalan lingkungan,” tuturnya.
Khofifah juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam menentukan skala prioritas pembangunan. Menurutnya, pemerintah daerah lebih memahami kebutuhan riil di lapangan, sementara provinsi berperan sebagai penguat dan pelengkap.
“Kita bangun sinergitas dengan daerah. Pak Bupati yang menentukan titik prioritasnya. Yang kita harapkan adalah aksesibilitas. Dalam Nawa Cita Jatim ada program Jatim Akses, dan ini bagian dari implementasinya,” ujarnya.
Untuk Jembatan Lingkungan Dusun Kwaron, pekerjaan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur melalui APBD Tahun Anggaran 2025. Jembatan ini memiliki panjang bentang 12 meter dan lebar 3 meter, menggunakan konstruksi baja komposit. Nilai kontraknya sebesar Rp561.712.898 dengan masa pelaksanaan 17 November hingga 31 Desember 2025.
Sementara itu, Jembatan Dusun Tambaan direkonstruksi sebagai respons atas kerusakan parah akibat hujan berintensitas tinggi pada 16 Desember 2024. Peningkatan debit sungai saat itu menghantam abutmen sisi selatan hingga menyebabkan struktur jembatan patah dan ambruk. Akibatnya, akses sekitar 700 kepala keluarga, terutama menuju lahan pertanian, sempat terputus total.
Rekonstruksi Jembatan Dusun Tambaan didanai melalui APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim dengan nilai bantuan Rp271.739.300. Jembatan ini memiliki panjang 12 meter, lebar 3 meter, tinggi 3,5 meter, dan dirancang mampu menahan beban maksimal 20 ton. Struktur bangunan menggunakan beton bertulang dengan girder baja WF serta dilengkapi sayap pasangan batu untuk memperkuat abutmen.
Saat meninjau lokasi tersebut, Khofifah menilai keberadaan jembatan akan menjadi penguat rantai ekonomi desa, khususnya sektor pertanian.
“Jembatan ini akan menjadi bagian dari penguat produk pertanian. Insyaallah nanti KDMP-nya ada di sana, sehingga sektor pertanian akan terbantu konektivitasnya. Apa pun yang bisa kita kuatkan untuk menggerakkan ekonomi desa, akan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Khofifah juga mengapresiasi progres rekonstruksi Jembatan Dusun Tambaan yang telah mencapai sekitar 95 persen. Ia berharap penyelesaian akhir dapat segera dilakukan agar jembatan segera dimanfaatkan penuh oleh warga.
“Kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar memberi rasa aman dan manfaat jangka panjang. Dengan selesainya dua jembatan ini, aktivitas warga bisa kembali normal,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tambakrejo Arif Winarno menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Jawa Timur. Ia menilai kehadiran jembatan sangat membantu mobilitas warga dan keberlangsungan sektor pertanian desa.
“Jembatan di Dusun Kwaron menjadi akses antar-RT, sementara jembatan di Dusun Tambaan adalah akses utama ke area pertanian. Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini,” ujarnya singkat.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








