GRESIK, RadarBangsa.co.id – Kunjungan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, ke Kabupaten Gresik menegaskan pentingnya dakwah kultural sebagai medium perekat sosial. Tak hanya menjalankan agenda seremonial, senator yang akrab disapa Ning Lia itu membaur bersama Nafamasya, grup kasidah binaan Fatayat NU Kebomas, dalam lantunan salawat yang hangat dan penuh keakraban, Minggu (4/1/2026).
Kehadiran Ning Lia di tengah kader perempuan NU itu memperlihatkan wajah dakwah yang inklusif dan relevan dengan kehidupan masyarakat. Lantunan kasidah dan salawat tidak hanya menjadi ekspresi religius, tetapi juga ruang dialog budaya yang mendekatkan wakil rakyat dengan basis akar rumput. Acara tersebut turut dihadiri Ketua PC Fatayat NU Gresik Masruroh dan Ketua PAC Fatayat NU Kebomas Dewi Mujianti.
Dalam sambutannya, Ning Lia mengapresiasi konsistensi Fatayat NU Kebomas dalam merawat tradisi salawat sebagai sarana syiar Islam yang ramah dan menggembirakan. “Salawat adalah bahasa cinta. Lewat seni dan budaya, nilai-nilai keislaman bisa disampaikan secara lembut, menenangkan, dan dapat diterima semua kalangan,” ujar Lia Istifhama.
Ia menilai, dakwah melalui seni memiliki dampak strategis dalam memperkuat identitas Islam moderat, khususnya di tengah tantangan sosial yang kian kompleks. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam ruang dakwah menjadi kunci terciptanya harmoni sosial. “Perempuan bukan hanya penjaga nilai, tetapi juga penggerak peradaban. Nafamasya menunjukkan dakwah bisa berjalan beriringan dengan kebahagiaan,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Nafamasya. Perwakilan grup kasidah tersebut, Srintil, mengaku bangga atas kehadiran Ning Lia yang dinilainya tulus mendukung gerakan keagamaan berbasis tradisi lokal. “Beliau sederhana, ramah, dan konsisten mendukung dakwah yang menyejukkan,” ucap Srintil.
Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa sinergi antara tokoh publik dan komunitas keagamaan lokal mampu memperkuat pesan Islam rahmatan lil alamin yang tumbuh dan hidup di Gresik.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








