SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Memasuki Tahun Baru 2026, Anggota DPD RI Lia Istifhama menyampaikan pesan reflektif kepada masyarakat dengan pendekatan yang ringan namun sarat makna. Di tengah euforia pergantian tahun, senator muda yang akrab disapa Ning Lia itu mengajak publik untuk tidak sekadar larut dalam perayaan, tetapi menjadikan momentum awal tahun sebagai titik tolak untuk memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
“Jangan jadi benalu jika tidak mau hidup terasa ngilu,” ujar Lia Istifhama dalam pesannya menyambut Tahun Baru 2026. Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab sosial, sekecil apa pun perannya, untuk berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Menurut Lia, tahun yang berganti seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai perubahan angka, melainkan juga perubahan sikap dan komitmen dalam kehidupan sehari-hari. Tahun 2025 yang telah berlalu, kata dia, menyimpan banyak pelajaran yang patut dijadikan bekal untuk melangkah lebih matang dan bijak ke depan.
Buah delima dipotong telu
Buah pepaya dipotong wolu
Meski 2025 berlalu
Tapi senyum ning Lia takkan berlalu
Melalui pantun tersebut, Lia menyampaikan pesan optimisme dengan gaya khas yang membumi. Senyum dan pendekatan humanis yang selama ini melekat pada dirinya kembali ditampilkan sebagai simbol konsistensi dalam pelayanan publik.
Lia juga menyoroti pentingnya menjaga semangat kerja usai libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan energi baru dan orientasi yang lebih produktif.
Ikan kerapu berenang di Selat Bali
Selesai libur Nataru ayo semangat kerja kembali
Ucapan selamat Tahun Baru 2026 pun disampaikan dengan nuansa sederhana namun penuh harapan.
Lihat kangguru lomba senam
Selamat Tahun Baru 2026
Menutup pesannya, Lia Istifhama mengajak masyarakat untuk meninggalkan beban masa lalu dan fokus menatap masa depan dengan optimisme. “Ketemu penghulu di Balikpapan, lupakan masa lalu, tatap masa depan,” katanya.
Ia berharap tahun 2026 menjadi momentum kolektif untuk hidup lebih bermanfaat, saling menguatkan, dan terus melangkah maju dalam semangat kebersamaan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar