PONOROGO, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus memperluas gelaran Pasar Murah sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu pengendalian inflasi. Di Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, kegiatan tersebut menjadi gelaran Pasar Murah Pemprov Jatim yang ke-140.
Pasar Murah digelar di depan Kantor Kecamatan Pulung pada Sabtu (19/9). Sejumlah bahan kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau sehingga mendapat antusiasme warga.
Khofifah mengatakan, perluasan jangkauan menjadi bagian penting agar semakin banyak masyarakat dapat mengakses bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Ini sudah yang ke-140. Kemarin yang ke-139 kita laksanakan di Mojokerto. Jadi prinsipnya kita terus berkeliling untuk mendekatkan penjangkauan kepada konsumen,” ujarnya.
Menurut Khofifah, semakin luas pelaksanaan pasar murah, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya. Langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga daya beli sekaligus membantu pengendalian inflasi.
“Harapannya adalah daya beli masyarakat tetap terjaga. Harapannya juga kita bisa melakukan penetrasi terhadap inflasi,” katanya.
Khofifah menjelaskan, Pasar Murah Pemprov Jatim melengkapi program serupa yang telah berjalan di tingkat kabupaten dan kota. Dengan pelaksanaan secara berlapis, jangkauan masyarakat yang memperoleh akses terhadap bahan pokok terjangkau diharapkan semakin luas.
“Di daerah-daerah pada dasarnya sudah ada program pasar murah. Tetapi kita melakukan pelapisan, sehingga semakin banyak masyarakat yang tersapa. Rasanya, makin banyak yang tersapa, maka sesungguhnya daya beli masyarakat akan lebih bisa kita jaga keterjangkauannya,” sebutnya.
Dalam kegiatan di Pulung, sejumlah komoditas ditawarkan dengan harga yang disebut lebih terjangkau, antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium/SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per pack, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, dan gula pasir Rp14.000 per kilogram.
Komoditas lainnya yakni bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp32.000 per pack.
Bagi warga, keberadaan Pasar Murah dinilai membantu mengurangi beban belanja kebutuhan rumah tangga. Nuna, salah seorang warga Pulung, mengatakan dirinya bersama saudaranya membeli minyak dan gula dalam kegiatan tersebut.
Ia menyebut terdapat selisih harga minyak dan gula yang menurutnya dapat membantu pengeluaran rumah tangga. Harga minyak goreng di pasaran, kata dia, berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000.
Warga lainnya, Suhariyanto, yang sehari-hari berprofesi sebagai juru parkir, juga mengaku senang dengan adanya Pasar Murah. Menurut dia, selisih harga dari sejumlah kebutuhan pokok dapat dialihkan untuk membeli kebutuhan rumah tangga lainnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih rutin, bahkan seminggu sekali, agar masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Sementara itu, Pemprov Jatim menyatakan pemantauan harga dan ketersediaan komoditas strategis akan terus dilakukan. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Bulog, pelaku usaha, distributor, hingga produsen juga diperkuat untuk menjaga kelancaran rantai pasok.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar