Presiden Prabowo Anugerahi Khofifah Satyalancana Pangan

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

KARAWANG, RadarBangsa.co.id — Komitmen Jawa Timur dalam menjaga ketahanan pangan nasional kembali memperoleh pengakuan negara. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden RI Prabowo Subianto, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi luar biasa dalam mendukung tercapainya swasembada pangan nasional.

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional 2025 yang digelar di Halaman Kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1). Acara ini menjadi penanda resmi keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan secara nasional, khususnya komoditas beras, jagung, dan singkong.

Satyalancana Wira Karya diberikan kepada kepala daerah yang dinilai berhasil menunjukkan kepemimpinan, konsistensi kebijakan, serta dampak nyata dalam penguatan sektor pangan strategis. Bagi Khofifah, penghargaan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, ia juga menerima tanda kehormatan serupa atas kontribusinya di bidang pengelolaan dan pengembangan sektor kelautan.

“Alhamdulillah, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo atas anugerah Satyalancana Wira Karya ini,” ujar Khofifah usai menerima penghargaan. “Penghargaan ini sejatinya adalah hasil kerja kolektif seluruh elemen di Jawa Timur, mulai dari petani, kelompok tani, kepala daerah, Forkopimda, hingga dukungan kuat dari Kementerian Pertanian RI.”

Penghargaan tersebut dinilai relevan mengingat posisi strategis Jawa Timur sebagai tulang punggung produksi pangan nasional. Sepanjang 2025, provinsi ini tercatat sebagai produsen padi dan beras tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 5 Januari 2026, produksi padi Jawa Timur mencapai 12.694.148 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 10.557.883 ton Gabah Kering Giling (GKG). Sementara produksi beras menembus angka 6.096.344 ton.

Capaian tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2024, yang mencatatkan produksi padi 9,27 juta ton GKG dan beras sebesar 5,35 juta ton. Peningkatan ini mengukuhkan Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional sekaligus pilar utama kedaulatan pangan Indonesia.

Secara nasional, Jawa Timur unggul dibandingkan provinsi produsen utama lainnya. Jawa Barat mencatat produksi padi sebesar 10.240.405 ton GKG dan beras 5.913.651 ton, sementara Jawa Tengah berada di angka 9.409.108 ton GKG dan 5.410.794 ton beras sepanjang 2025.

“Sekali lagi, ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi semua pihak, terutama para petani Jawa Timur yang menjadi tulang punggung produksi pangan nasional,” tegas Khofifah.

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari implementasi berbagai program strategis yang dijalankan secara konsisten. Di antaranya percepatan mekanisasi pertanian, penyediaan benih unggul, pemanfaatan pupuk berimbang, hingga optimalisasi sistem irigasi melalui pompanisasi dan rehabilitasi saluran air.

Selain itu, peningkatan Luas Panen Padi juga menjadi faktor penentu. Pada 2024, luas panen padi Jawa Timur tercatat 1.616.985 hektare. Angka tersebut meningkat menjadi 1.842.519 hektare pada 2025, atau tumbuh 13,95 persen. Peningkatan ini ditopang oleh Luas Tambah Tanam (LTT) padi yang mencapai 2.426.073 hektare.

“Kenaikan produksi padi dan beras tahun 2025 merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Secara kumulatif, peningkatannya mencapai 13,89 persen sepanjang 2020–2025. Ini menunjukkan bahwa kebijakan dan kerja keras kita benar-benar berdampak,” ujar Khofifah.

Menurutnya, swasembada pangan bukan sekadar capaian statistik, melainkan fondasi kedaulatan bangsa. Oleh karena itu, keberlanjutan menjadi kunci agar prestasi ini tidak bersifat temporer.

Khofifah juga menekankan pentingnya memastikan bahwa keberhasilan sektor pertanian sejalan dengan peningkatan kesejahteraan petani. Penguatan ekosistem hulu-hilir, akses permodalan, stabilisasi harga, dan perlindungan petani menjadi agenda yang harus terus diperkuat.

“Kami persembahkan penghargaan ini untuk seluruh pejuang pangan di desa-desa. Mereka adalah garda terdepan yang menjaga stabilitas stok pangan nasional hingga 2025,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah di Indonesia atas dukungan nyata dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Saya meyakini hari ini saudara semua telah membuktikan diri sebagai putra-putri terbaik bangsa. Saudara membuktikan bahwa Indonesia bisa,” kata Prabowo.

Ia juga secara khusus memberikan penghormatan kepada para petani yang dinilainya sebagai pilar utama kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.

“Kita tidak akan pernah merdeka tanpa petani. Petani adalah yang paling setia, paling loyal, dan paling Merah Putih,” tegasnya.

Presiden optimistis, keberhasilan swasembada pangan 2025 akan menjadi titik balik percepatan pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan rakyat, khususnya petani.

“Kita ingin harga pangan terjangkau, anak-anak petani berpendidikan tinggi, dan rakyat hidup sejahtera. Hari ini kita buktikan Indonesia mampu swasembada pangan,” pungkas Prabowo.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Lima Desa di Kendal Lunas PBB-P2, Pemkab Optimalkan PAD di Tengah Efisiensi Anggaran
RKPD 2027 Lamongan Dibahas, Pemkab Ubah Strategi Pengentasan Kemiskinan
Pasca OTT KPK, Gubernur Khofifah Tunjuk Plt Wali Kota Madiun
Bupati Bangkalan Resmikan SPPG Trunojoyo di Socah, Dorong Perbaikan Gizi dan Ekonomi Desa
Pemkab Bangkalan–Unair Jajaki Penguatan Sinergi Pembangunan Berbasis Riset
Dispendukcapil Bangkalan Perkuat Pembinaan Pegawai, Tekankan Pelayanan Prima dan Bebas Pungli
Pemangkasan Dana Desa untuk KDMP, Senator Lia Istifhama Fasilitasi Aspirasi Kepala Desa se-Jawa Timur
CAGR Dana Haji 6,58 Persen, DPD RI Lia Istifhama Minta Transparansi Kebijakan

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:37 WIB

Lima Desa di Kendal Lunas PBB-P2, Pemkab Optimalkan PAD di Tengah Efisiensi Anggaran

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:53 WIB

RKPD 2027 Lamongan Dibahas, Pemkab Ubah Strategi Pengentasan Kemiskinan

Rabu, 21 Januari 2026 - 12:26 WIB

Pasca OTT KPK, Gubernur Khofifah Tunjuk Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:10 WIB

Bupati Bangkalan Resmikan SPPG Trunojoyo di Socah, Dorong Perbaikan Gizi dan Ekonomi Desa

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:01 WIB

Pemkab Bangkalan–Unair Jajaki Penguatan Sinergi Pembangunan Berbasis Riset

Berita Terbaru