Pupuk Subsidi Lamongan Diduga Bocor ke Ngawi, DKPP Baru Bertindak

- Redaksi

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan yang memperketat pengawasan distribusi pupuk subsidi, Selasa (10/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan yang memperketat pengawasan distribusi pupuk subsidi, Selasa (10/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan bergerak cepat menyusul terungkapnya praktik distribusi ilegal pupuk bersubsidi oleh Polres Ngawi. Pupuk yang diperjualbelikan secara melawan hukum di wilayah Ngawi diduga berasal dari rantai distribusi di Lamongan.

Kepala DKPP Lamongan, Mugito, menegaskan pihaknya kini melakukan penelusuran internal sekaligus memperketat pengawasan terhadap kios dan distributor yang terindikasi terlibat distribusi lintas daerah.

“Secara prosedur, penyaluran pupuk bersubsidi sudah dikunci melalui sistem e-Pubers. Petani harus datang sendiri, membawa KTP, difoto, lalu datanya diinput. Jalur resmi ini seharusnya sangat terkontrol,” ujar Mugito, Selasa (10/2/2026).

Kasus yang diungkap aparat di Ngawi menjadi alarm adanya celah pengawasan. Dari indikasi awal, pupuk subsidi tersebut tidak ditebus melalui mekanisme resmi, melainkan diperjualbelikan lewat platform daring.

DKPP Lamongan kini memfokuskan pengawasan pada anomali data serapan di tingkat kios. Kios dengan angka penebusan tidak wajar akan menjadi prioritas evaluasi.

“Kontrol kami ada di kios dan distributor. Kalau ada yang bermain, pasti ada sanksi tegas, minimal pencabutan izin. Jika masuk unsur pidana, itu ranah aparat penegak hukum,” tegasnya.

Meski terjadi kebocoran distribusi ke luar daerah, DKPP memastikan ketersediaan pupuk bagi petani Lamongan tidak terganggu. Faktor kedekatan dengan pabrik pupuk serta dukungan gudang distribusi menjadi penopang utama stok daerah.

Berdasarkan data DKPP, alokasi pupuk NPK di Lamongan mencapai 72.000 ton dengan tingkat serapan 99 persen. Sementara pupuk Urea dialokasikan sebesar 55.000 ton dan masih dalam kondisi aman.

DKPP menegaskan komitmennya menutup celah distribusi ilegal agar pupuk subsidi benar-benar diterima petani yang berhak.

“Pengawasan akan kami perketat. Jangan sampai jatah petani Lamongan kembali merembes ke daerah lain,” pungkas Mugito.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Polres Mojokerto Kota Ringkus Pengedar Sabu di Prajurit Kulon, 15 Klip Disita
Gubernur Khofifah Bersaksi di Pengadilan Tipikor Sidoarjo, Bantah Tuduhan Fee 30 Persen Dana Hibah Pokir
Khofifah Bantah Tuduhan Fee 30 Persen Dana Hibah Jatim di Sidang Tipikor Surabaya
Sat Samapta Polres Lamongan Sita 194 Botol Miras Ilegal dari Kos di Brondong
Polres Sampang Sita 12 Boks Arak Bali di Terminal Trunojoyo
Polemik Izin PBG Grand Zam-Zam Lamongan, Pengembang Klaim Sudah Ajukan, Dinas Nyatakan Dokumen Mandek
Ribuan Petani Tembakau dan Buruh Pabrik Demo di Pamekasan, Tuntut Penertiban LSM Tanpa Legal dan Solusi Cukai
CCTV Bongkar Aksi Pencurian Pakaian Dalam di Kos Brondong Lamongan

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:11 WIB

Polres Mojokerto Kota Ringkus Pengedar Sabu di Prajurit Kulon, 15 Klip Disita

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:11 WIB

Gubernur Khofifah Bersaksi di Pengadilan Tipikor Sidoarjo, Bantah Tuduhan Fee 30 Persen Dana Hibah Pokir

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:19 WIB

Khofifah Bantah Tuduhan Fee 30 Persen Dana Hibah Jatim di Sidang Tipikor Surabaya

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:39 WIB

Sat Samapta Polres Lamongan Sita 194 Botol Miras Ilegal dari Kos di Brondong

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:38 WIB

Polres Sampang Sita 12 Boks Arak Bali di Terminal Trunojoyo

Berita Terbaru

Politik - Pemerintahan

Bupati Kendal Salurkan Bantuan Beras ke 2.200 Warga Terdampak Banjir di Kaliwungu

Sabtu, 14 Feb 2026 - 22:00 WIB

TP PKK dan IAD Asahan melakukan pertemuan untuk memperkuat sinergi pemberdayaan perempuan dan UMKM. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id, Jumat, 13/02/2026)

Politik - Pemerintahan

TP PKK dan IAD Asahan Sinergi Pemberdayaan Perempuan dan UMKM

Sabtu, 14 Feb 2026 - 17:42 WIB