Tragedi Bengawan Solo: Korban Anak Tenggelam di Lamongan Ditemukan 300 Meter dari Lokasi Awal

Kamis, 5 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mengevakuasi korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Lamongan, Rabu (4/2/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Petugas mengevakuasi korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Lamongan, Rabu (4/2/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Upaya pencarian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo oleh tim gabungan Polres Lamongan akhirnya membuahkan hasil. Seorang anak laki-laki berinisial MN (13) ditemukan meninggal dunia pada Rabu (4/2/2026) sore setelah dua hari pencarian intensif.

Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Selasa (3/2/2026) saat mandi di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Babakan Taman Mahoni, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.

Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid, S.Pd membenarkan penemuan tersebut. Ia menyebut jenazah MN ditemukan sekitar pukul 17.20 WIB di Pintu Air Babat Barage, berjarak kurang lebih 300 meter dari lokasi awal kejadian.

“Korban atas nama Ananda MN ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan sejak pagi hari,” ujar Hamzaid kepada wartawan.

Proses pencarian melibatkan unsur Polri, Basarnas Bojonegoro, BPBD Kabupaten Lamongan, Satpolairud Polres Lamongan, serta masyarakat setempat. Pada hari kedua pencarian, Kapolsek Sekaran IPTU Ahmad Zunaedi, S.IP bersama Kasat Polair AKP Guntur memimpin apel kesiapan sebelum penyisiran sungai.

Sebanyak tiga unit perahu karet dikerahkan untuk menyusuri aliran Bengawan Solo dan area sekitar pintu air. Setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi dan ditangani sesuai prosedur, lalu diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Atas kejadian tersebut, Polres Lamongan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai.

“Terlebih pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat, kami minta masyarakat lebih waspada demi keselamatan bersama,” pungkas Ipda Hamzaid.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru