PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Sebanyak 1.097 orang menghadiri ISHARI (Ikatan Seni Hadrah Indonesia) Kolosal Kabupaten Pasuruan di Halaman Kantor Bupati Pasuruan, Jumat (25/9/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat regenerasi seni hadrah ISHARI dengan melibatkan banyak anak dan pelajar.
Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori turut mengikuti lantunan syair sholawat dan gerakan khas ISHARI bersama para peserta. Kehadiran banyak peserta usia muda mendapat perhatian karena pelestarian ISHARI dinilai tidak cukup hanya dengan mempertahankan tradisinya, tetapi juga membutuhkan regenerasi.
Menurut Shobih, Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai daerah yang memiliki tradisi keagamaan kuat, termasuk kesenian Hadrah ISHARI. Ia menyebut ISHARI merupakan tinggalan para sepuh yang memiliki sejarah panjang di Pasuruan.
“Ishari ini merupakan salah satu tinggalan para sepuh kita yang dibentuk oleh KH Abdul Rohim, kemudian disahkan oleh KH Wahab Hasbullah yang selanjutnya ditetapkan sebagai Bapak ISHARI,” ujarnya.
Shobih mengapresiasi keterlibatan anak-anak dalam kegiatan Lailatul Hadrah tersebut. Menurutnya, kehadiran generasi muda penting agar ISHARI tidak hanya dikenal sebagai kesenian yang diikuti kalangan orang tua.
“Alhamdulillah, ISHARI kali ini dihadiri banyak anak-anak kecil. Sehingga tidak terkesan ISHARI hanya untuk orang tua,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, seni hadrah dalam ISHARI memiliki karakter berbeda dengan hadrah modern seperti Banjari. Seni tersebut mempertahankan tradisi salaf melalui perpaduan bacaan salawat, permainan rebana, gerakan tangan atau raddat badan, serta penjiwaan yang berkaitan dengan tradisi tarekat.
Perbedaan juga terlihat dari jenis pukulan, ketukan, hingga makna yang terdapat dalam setiap rangkaian penampilan. Karena itu, menurut Shobih, pelestarian ISHARI perlu dilakukan tidak hanya melalui pertunjukan, tetapi juga dengan mengenalkan kesenian tersebut kepada generasi muda.
“Pengenalan kepada generasi muda menjadi bagian penting agar kesenian tersebut tetap dipahami, dipraktikkan, dan memiliki ruang di tengah perubahan zaman,” tegasnya.
Shobih mendorong seni hadrah yang berkembang dalam ISHARI semakin dikenalkan kepada generasi muda. Salah satu caranya dengan menjadikan seni hadrah sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
Ia tidak ingin generasi muda hanya mengenal kesenian hadrah melalui teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, generasi muda perlu mengetahui secara langsung sejarah, nilai, serta bentuk kesenian hadrah yang berkembang di Pasuruan.
“Jangan sampai generasi penerus bangsa hanya tahu dari AI saja. Mereka harus mengenal lebih dalam dan mengetahui seni hadrah yang berkembang di Pasuruan,” tutupnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar