Khofifah Resmikan Dua TPS 3R di Lumajang, Dorong Pemanfaatan Teknologi Sederhana untuk Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Selasa, 27 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Tempat Pengolahan Sampah 3R di Desa Purworejo, Lumajang (Dok foto Istimewa)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Tempat Pengolahan Sampah 3R di Desa Purworejo, Lumajang (Dok foto Istimewa)

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di Desa Purworejo dan Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Minggu (25/5). TPS 3R ini menjadi solusi inovatif dalam mengelola sampah rumah tangga dengan konsep ramah lingkungan dan biaya operasional rendah.

Dalam sambutannya, Khofifah menjelaskan bahwa TPS 3R dilengkapi teknologi sederhana yang mudah dioperasikan masyarakat. Selain itu, pengolahan sampah melalui pola ini mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sehingga mendukung konsep Green Economy di tingkat masyarakat.

“Pengolahan sampah ini tidak hanya mengurangi beban TPA, tapi juga membuka peluang ekonomi melalui daur ulang dan budidaya magot sebagai pakan ternak,” ujar Khofifah. Magot merupakan larva lalat Black Soldier Fly yang dapat menjadi pakan ayam dan ikan sekaligus menghasilkan kompos organik yang ramah lingkungan.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, volume sampah nasional pada 2024 menurun signifikan sebesar 21,83 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menjadi indikasi bahwa kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah semakin meningkat.

Kepala Desa Purworejo, Mokhamad Nyono, menyampaikan apresiasi atas bantuan dari Pemprov Jatim yang mewujudkan pembangunan. “Kami hanya menyediakan lahan, sementara bangunan dan peralatan sudah lengkap. Harapannya budaya masyarakat membuang sampah di saluran air bisa berubah,” kata Nyono.

TPS 3R Desa Purworejo memiliki kapasitas pengolahan hingga 140 kilogram per hari dan melayani 200 kepala keluarga. Sementara TPS 3R Desa Burno mampu mengolah 280 kilogram sampah setiap hari untuk 400 kepala keluarga.

Khofifah menegaskan, TPS 3R merupakan solusi tepat guna yang harus dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dapat tercapai dan berdampak positif jangka panjang.

“Semoga sampah bisa jadi rupiah, dan ini menjadi berkah untuk kita semua,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru