Minyakita Langka dan Mahal, Polisi Pasuruan Gelar Operasi Pasar

Kamis, 16 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Satgas Pangan Polres Pasuruan saat distribusi Minyakita di pasar, Kamis (16/04/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas Satgas Pangan Polres Pasuruan saat distribusi Minyakita di pasar, Kamis (16/04/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Satgas Pangan Polres Pasuruan menggelar operasi pasar untuk menekan lonjakan harga Minyakita yang sempat menembus Rp19.000 per liter. Langkah ini dilakukan menyusul kelangkaan stok yang terjadi di sejumlah pasar tradisional.

Operasi digelar pada Kamis (16/04/2026) dengan mendistribusikan ribuan liter minyak goreng subsidi langsung ke masyarakat melalui jalur resmi.

Kanit II Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Eko Hadi Saputro, mengungkapkan sebanyak 9.600 liter Minyakita atau sekitar 9,6 ton disalurkan dalam operasi tersebut. Minyak tersebut dikemas dalam 800 karton dan didistribusikan melalui tujuh retail Bulog.

Distribusi difokuskan di dua titik utama, yakni Pasar Bangil yang mendapat alokasi enam retail, serta Pasar Pandaan dengan satu retail. Kedua pasar ini sebelumnya mengalami kekosongan stok sejak sebelum Lebaran, sehingga harga melonjak tajam.

Selain memastikan pasokan tersedia, petugas juga melakukan pengawasan ketat terhadap pedagang. Polisi mengingatkan agar tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) serta melarang praktik penimbunan yang berpotensi memperparah kelangkaan.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

“Kami pastikan stok Minyakita saat ini aman. Jika masih ada yang menjual di atas ketentuan, akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pedagang, Sinta, mengakui kondisi mulai membaik setelah pasokan kembali masuk ke pasar.

“Waktu stok habis sebelum Lebaran, harga jadi tidak beraturan. Sekarang sudah mulai normal lagi,” katanya.

Kelangkaan Minyakita sebelumnya memicu keresahan masyarakat karena harga melambung di atas HET. Kondisi ini juga berdampak pada pedagang kecil yang kesulitan mendapatkan stok dengan harga terjangkau.

Langkah operasi pasar dinilai penting untuk menstabilkan harga sekaligus mencegah praktik spekulasi oleh oknum tertentu. Pemerintah bersama aparat penegak hukum kini meningkatkan pengawasan distribusi bahan pokok.

Ke depan, Satgas Pangan Polres Pasuruan berencana memperluas operasi pasar ke wilayah lain seperti Sukorejo dan Gempol. Upaya ini diharapkan memastikan distribusi Minyakita tetap merata dan harga stabil di seluruh wilayah.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan
Berawal dari Masalah Kaos Kaki Siswa, Kepala MI di Lamongan Diduga Dipukul

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru