LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Seorang petani bernama Suradi ditemukan meninggal dunia dengan luka gorok di area persawahan Dusun Pengaron, Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh dua saksi yang merupakan tetangga sawah korban.
Kematian korban sempat mengejutkan warga sekitar karena Suradi sebelumnya terlihat berjalan menuju sebuah gubuk penyimpanan alat pertanian di area persawahan setempat.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sebelum kejadian Suradi berjalan kaki melewati jalan persawahan dengan membawa sebilah sabit di tangan kanannya. Saat melintas di lokasi, ia bertemu dua petani lain yang sedang beristirahat di depan gubuk milik H Kuwan, warga Dusun Glugu, Desa Dlanggu, Kecamatan Deket.
Kedua saksi tersebut adalah Surat dan Sutrisno, yang sehari-hari juga menggarap sawah di kawasan tersebut. Kepada keduanya, Suradi sempat menanyakan apakah di dalam gubuk terdapat alat untuk mengasah sabit.
Setelah diberi tahu bahwa batu asah berada di dalam gubuk yang berjarak sekitar 50 meter dari tempat mereka duduk, Suradi kemudian berjalan menuju lokasi tersebut.
Dari kejauhan, kedua saksi sempat melihat korban duduk di depan pintu gubuk sambil mengasah sabit miliknya. Namun sekitar 20 menit kemudian, Sutrisno mulai merasa curiga karena Suradi tidak kunjung keluar.
“Suradi kok lama ya di dalam gubuk, jangan-jangan ada apa-apa,” ujar Sutrisno kepada Surat saat itu.
Keduanya kemudian sepakat untuk mengecek kondisi korban. Saat Sutrisno mendekati pintu gubuk, ia terkejut melihat Suradi sudah tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah.
Leher korban terlihat mengalami luka gorok yang cukup parah. Di dekat kaki kanan korban juga ditemukan sabit miliknya yang berlumuran darah.
Melihat kondisi tersebut, Sutrisno langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Kapolsek Tikung, AKP Anang Purwo Widodo SH, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyatakan pihak kepolisian langsung melakukan penanganan di lokasi.
“Kami menerima laporan dari perangkat desa terkait adanya warga yang ditemukan meninggal di area persawahan. Petugas bersama tim medis langsung menuju lokasi untuk melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara,” kata AKP Anang.
Polsek Tikung bersama petugas dari Puskesmas Tikung serta unsur Koramil setempat kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Soegiri Lamongan untuk dilakukan pemeriksaan visum.
Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian warga Desa Pengumbulanadi karena lokasi kejadian berada di area persawahan yang biasanya ramai aktivitas petani pada siang hari.
Namun pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Istri korban bersama keluarga juga menyampaikan keberatan apabila dilakukan autopsi.
“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan menuntut kepada siapa pun,” jelas AKP Anang.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pencatatan serta pemeriksaan awal guna memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar