Petani Lamongan Ditemukan Tewas di Gubuk Sawah, Polesk Tikung Lakukan Penyelidikan

Kamis, 12 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Tikung menunjukkan sabit yang digunakan korban bunuh diri di gubuk sawah, Kecamatan Tikung, Lamongan, Rabu (11/3/2026). (Foto: Dok/RadarBangsa.co.id)

Kapolsek Tikung menunjukkan sabit yang digunakan korban bunuh diri di gubuk sawah, Kecamatan Tikung, Lamongan, Rabu (11/3/2026). (Foto: Dok/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Seorang petani bernama Suradi ditemukan meninggal dunia dengan luka gorok di area persawahan Dusun Pengaron, Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh dua saksi yang merupakan tetangga sawah korban.

Kematian korban sempat mengejutkan warga sekitar karena Suradi sebelumnya terlihat berjalan menuju sebuah gubuk penyimpanan alat pertanian di area persawahan setempat.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sebelum kejadian Suradi berjalan kaki melewati jalan persawahan dengan membawa sebilah sabit di tangan kanannya. Saat melintas di lokasi, ia bertemu dua petani lain yang sedang beristirahat di depan gubuk milik H Kuwan, warga Dusun Glugu, Desa Dlanggu, Kecamatan Deket.

Kedua saksi tersebut adalah Surat dan Sutrisno, yang sehari-hari juga menggarap sawah di kawasan tersebut. Kepada keduanya, Suradi sempat menanyakan apakah di dalam gubuk terdapat alat untuk mengasah sabit.

Setelah diberi tahu bahwa batu asah berada di dalam gubuk yang berjarak sekitar 50 meter dari tempat mereka duduk, Suradi kemudian berjalan menuju lokasi tersebut.

Dari kejauhan, kedua saksi sempat melihat korban duduk di depan pintu gubuk sambil mengasah sabit miliknya. Namun sekitar 20 menit kemudian, Sutrisno mulai merasa curiga karena Suradi tidak kunjung keluar.

“Suradi kok lama ya di dalam gubuk, jangan-jangan ada apa-apa,” ujar Sutrisno kepada Surat saat itu.

Keduanya kemudian sepakat untuk mengecek kondisi korban. Saat Sutrisno mendekati pintu gubuk, ia terkejut melihat Suradi sudah tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah.

Leher korban terlihat mengalami luka gorok yang cukup parah. Di dekat kaki kanan korban juga ditemukan sabit miliknya yang berlumuran darah.

Melihat kondisi tersebut, Sutrisno langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Kapolsek Tikung, AKP Anang Purwo Widodo SH, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyatakan pihak kepolisian langsung melakukan penanganan di lokasi.

“Kami menerima laporan dari perangkat desa terkait adanya warga yang ditemukan meninggal di area persawahan. Petugas bersama tim medis langsung menuju lokasi untuk melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara,” kata AKP Anang.

Polsek Tikung bersama petugas dari Puskesmas Tikung serta unsur Koramil setempat kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Soegiri Lamongan untuk dilakukan pemeriksaan visum.
Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian warga Desa Pengumbulanadi karena lokasi kejadian berada di area persawahan yang biasanya ramai aktivitas petani pada siang hari.

Namun pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Istri korban bersama keluarga juga menyampaikan keberatan apabila dilakukan autopsi.

“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan menuntut kepada siapa pun,” jelas AKP Anang.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pencatatan serta pemeriksaan awal guna memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Selasa, 3 November 2026 - 09:53

Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan

Senin, 2 November 2026 - 10:26

58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Berita Terbaru