MALANG, RadarBangsa.co.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang yang berlokasi di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Selasa (13/1). Peresmian tersebut didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan menjadi bagian dari penguatan pendidikan berasrama unggulan nasional.
Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 30 hektare itu dibangun saat Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Kehadiran kampus ini diharapkan memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui sistem pendidikan terintegrasi.
SMA Taruna Nusantara Kampus Malang dirancang dengan konsep pendidikan terpadu berbasis asrama. Fasilitas yang tersedia mencakup gedung pembelajaran dengan dukungan teknologi modern, asrama ksatrian untuk siswa, serta sarana olahraga yang menunjang pembinaan fisik dan disiplin.
Selain itu, sekolah ini dilengkapi pusat layanan pengembangan siswa seperti Advance Study Center (ASC) dan English Study Center (ESC) yang difungsikan untuk meningkatkan kapasitas akademik dan kemampuan bahasa asing para taruna.
Gubernur Khofifah menilai kehadiran SMA Taruna Nusantara Kampus Malang sejalan dengan agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sekolah berasrama unggulan. Menurutnya, model pendidikan taruna memiliki peran strategis dalam membentuk kepemimpinan, karakter, dan wawasan kebangsaan.
Sekolah taruna berkontribusi dalam membangun karakter, prestasi akademik, serta menyiapkan generasi unggul yang memiliki komitmen kebangsaan dan cinta tanah air, ujar Khofifah.
Khofifah menjelaskan, sistem pendidikan di SMA Taruna Nusantara tidak hanya berfokus pada capaian akademik melalui Kurikulum Nasional, tetapi juga mengintegrasikan kurikulum khusus yang menekankan nilai kepemimpinan, kemandirian, dan wawasan kebangsaan.
Pembinaan karakter dan akademik, lanjut Khofifah, diterapkan secara bersamaan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Pola tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang berprestasi sekaligus berintegritas.
Ia optimistis sekolah ini akan menjadi ruang tumbuh bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi dan keterampilan kepemimpinan yang dibutuhkan di masa depan, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Mudah-mudahan peserta didik dapat mengemban mandat sebagai pemimpin masa depan. Saat Indonesia Emas 2045, kita berharap lahir pemimpin unggul dari Jawa Timur, katanya.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan instrumen utama pembangunan bangsa, peningkatan kesejahteraan, serta pengentasan kemiskinan.
Saya bangga melihat hasil kerja ini. Dengan mengucap bismillah, hari ini saya meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, ujar Prabowo.
Ia menyampaikan bahwa sekolah taruna dirancang untuk menjaring putra-putri bangsa dengan kapasitas akademik unggul agar memperoleh kesempatan berkembang dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya.
Prabowo juga mencontohkan bahwa di berbagai negara, baik berkembang maupun maju, sekolah taruna telah lama menjadi bagian dari sistem pendidikan. Indonesia, kata dia, kini terus memperluas jaringan sekolah taruna di sejumlah daerah seperti Magelang, Malang, Cimahi, Kalimantan, Minahasa, dan Sumatera Selatan.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya filosofi pendidikan taruna yang menanamkan patriotisme, tanggung jawab, akhlak, serta kepemimpinan yang jujur dan bebas korupsi. Ia meminta seluruh unsur pendidik dan pengelola sekolah menjalankan pendidikan secara inovatif dan bertanggung jawab.
Ke depan, pemerintah menargetkan renovasi sekitar 60 ribu sekolah dari total 300 ribu sekolah di Indonesia dalam kurun waktu empat tahun. Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembentukan 20 Sekolah Garuda yang terintegrasi di tingkat provinsi dan kabupaten.
Setelah peresmian, Presiden Prabowo bersama Gubernur Khofifah meninjau sarana dan prasarana sekolah serta berfoto bersama siswa SMA Taruna Nusantara Kampus Malang.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








