JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat penerbitan 1.976 dokumen administrasi kependudukan (adminduk) sepanjang 2025. Layanan tersebut dijalankan melalui program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) di delapan kecamatan.
Program ini menjadi strategi jemput bola untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, sekaligus mempercepat kepemilikan dokumen penting seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), dan akta kelahiran.
Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa kegiatan pelayanan dimulai secara intensif pada Mei 2025. Lokasi awal dipusatkan di Desa Kramatsukoharjo, Kecamatan Tanggul, dengan empat kali kunjungan dalam satu bulan.
Dalam periode tersebut, tercatat sebanyak 719 dokumen berhasil diterbitkan. Permintaan KTP menjadi layanan paling dominan, dengan puncak permohonan mencapai 107 pemohon dalam satu hari.
Memasuki Juni 2025, pelayanan berlanjut ke Kecamatan Arjasa melalui program pasar murah yang menghasilkan 68 layanan. Pada akhir bulan yang sama, kegiatan digelar di Kecamatan Silo, tepatnya di Desa Sempolan dan Desa Sidomulyo, dengan total 314 layanan.
Pada paruh kedua tahun, capaian layanan menunjukkan tren fluktuatif namun tetap signifikan. Di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, sebanyak 256 layanan berhasil diselesaikan, didominasi penerbitan KTP.
Sementara itu, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, mencatat capaian tertinggi dalam satu kali kegiatan dengan total 349 layanan. Lonjakan terjadi pada pengurusan KK dan akta kelahiran yang meningkat tajam.
Program Bunga Desaku juga menyasar Kecamatan Panti dan Tempurejo, meskipun jumlah layanan relatif lebih rendah. Namun, pada momentum Hari Kependudukan di Kecamatan Kencong, antusiasme masyarakat kembali meningkat dengan capaian 208 layanan.
“Secara keseluruhan, akumulasi layanan selama tahun 2025 didominasi oleh penerbitan KTP sebanyak 1.090 lembar,” ujar Bambang Saputro, Kamis (26/3/2026).
Ia menambahkan, selain KTP, layanan lain yang cukup tinggi adalah penerbitan KK sebanyak 398 dokumen dan akta kelahiran sebanyak 268 dokumen.
“Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap dokumen dasar kependudukan masih sangat tinggi,” katanya.
Program Bunga Desaku menjadi inovasi pelayanan publik yang dinilai efektif dalam menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Dengan mendekatkan layanan, warga tidak perlu lagi datang jauh ke kantor Dispendukcapil.
Selain meningkatkan kepemilikan dokumen, program ini juga berdampak pada validitas data kependudukan yang menjadi dasar berbagai kebijakan pemerintah. Data adminduk yang akurat sangat penting untuk penyaluran bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga pendidikan.
Langkah ini juga memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan inklusif dan merata. Terlebih, digitalisasi layanan seperti aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) mulai diperkenalkan.
Bambang menegaskan, pihaknya akan terus mengembangkan layanan jemput bola agar cakupan kepemilikan dokumen semakin luas.
“Ke depan, kami akan terus memperluas jangkauan layanan agar seluruh masyarakat dapat mengakses dokumen kependudukan dengan mudah dan cepat,” pungkasnya
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar