Viral BBM Pertalite Diduga Tercampur Air, Satreskrim Polres Lamongan Sidak SPBU Banaran Babat Tengah Malam

Rabu, 24 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian melakukan pengecekan sampel BBM Pertalite di SPBU 54.622.05 Banaran, Babat, Lamongan. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Petugas kepolisian melakukan pengecekan sampel BBM Pertalite di SPBU 54.622.05 Banaran, Babat, Lamongan. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Dugaan tercampurnya air dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU 54.622.05 Banaran, Babat, Lamongan, langsung direspons cepat oleh Satreskrim Polres Lamongan. Aparat turun ke lokasi pada Selasa malam untuk memastikan kebenaran informasi yang telah lebih dulu beredar luas di media sosial.

Pengecekan lapangan dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB oleh personel Satreskrim Polres Lamongan bersama Unit Reskrim Polsek Babat, menyusul viralnya unggahan video keluhan warga di akun Instagram Info Babat. Video tersebut menampilkan keluhan konsumen yang mengaku kendaraannya mogok usai mengisi Pertalite di SPBU tersebut.

Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaida, S.Pd, menjelaskan bahwa komplain awal terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Sedikitnya delapan pengendara sepeda motor matic mengalami gangguan mesin, mulai dari sulit distarter hingga kendaraan mati total sesaat setelah pengisian BBM di Pulau 2 dispenser Pertalite.

“Pelayanan di dispenser tersebut langsung dihentikan sekitar pukul 20.30 WIB sebagai langkah antisipasi,” ujar Hamzaida, Rabu (24/12).

Pihak SPBU kemudian melakukan pemeriksaan awal dengan mengambil sampel BBM Pertalite dan memasukkannya ke botol transparan. Secara visual, BBM tampak berubah warna menjadi biru keputihan yang mengindikasikan adanya campuran air.

Pemeriksaan lanjutan dilakukan pada tangki pendam Pertalite yang masih menyimpan sekitar 5.000 liter BBM. Hasil pengecekan menggunakan pasta air menunjukkan adanya kandungan air setinggi kurang lebih delapan sentimeter di dasar tangki.

Menurut Hamzaida, dugaan sementara air masuk ke dalam tangki akibat rembesan air hujan melalui penutup tandon yang tidak kedap sempurna. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan konsumen dan merugikan kendaraan bermotor.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pengelola SPBU telah memberikan ganti rugi kepada konsumen terdampak serta memfasilitasi perbaikan kendaraan di bengkel. Polres Lamongan memastikan proses klarifikasi terhadap pengawas dan operator SPBU akan dilakukan, termasuk koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Surabaya.

“Kami mendalami kasus ini untuk memastikan hak konsumen terlindungi dan mencegah kejadian serupa terulang,” tegas Hamzaida.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru