LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Kesigapan Polsek Brondong kembali ditunjukkan dalam menangani laporan warga terkait penemuan seorang pria tergeletak di tanggul waduk sebelah barat Desa Lembor, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Peristiwa yang terjadi pada Senin petang sekitar pukul 18.00 WIB itu segera mendapat respons cepat dari jajaran kepolisian setempat demi memastikan keselamatan korban.
Kapolsek Brondong IPTU A. Zainudin, S.H., menjelaskan bahwa laporan awal diterima melalui sambungan telepon dari Kepala Desa Lembor. Informasi tersebut menyebutkan adanya seorang pria dalam kondisi telanjang tergeletak di area tanggul waduk yang cukup sepi aktivitas warga.
“Begitu menerima laporan, kami langsung menuju lokasi bersama anggota dan perangkat desa untuk memastikan kondisi di lapangan serta memberikan penanganan awal,” ujar IPTU A. Zainudin.
Setibanya di tempat kejadian perkara, petugas mendapati seorang pria berusia sekitar 40 tahun masih dalam kondisi hidup, namun tampak lemah dan tidak berbusana. Dari hasil pengamatan awal, korban diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang mengalami keluhan sakit perut disertai muntah dan diare di lokasi.
Kondisi korban yang berlumuran kotoran membuat petugas mengambil langkah kemanusiaan dengan terlebih dahulu membersihkan tubuhnya menggunakan air di sekitar waduk. Setelah itu, korban dievakuasi menggunakan kendaraan patroli Polsek Brondong dan dibawa ke Puskesmas Brondong untuk mendapatkan penanganan medis.
Usai penanganan awal di fasilitas kesehatan, pihak kepolisian berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Lamongan guna penanganan lanjutan, termasuk pendampingan sosial yang dibutuhkan korban.
Sementara itu, Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kejadian serupa. “Pelaporan cepat sangat penting agar warga yang membutuhkan pertolongan bisa segera ditangani dengan tepat dan aman,” katanya.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








