SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menetapkan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Jatim setiap hari Rabu, mulai awal April 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah efisiensi energi sekaligus menjaga ritme kerja birokrasi tetap optimal.
Keputusan tersebut dinilai strategis di tengah upaya pemerintah mendorong penghematan bahan bakar minyak (BBM) dan energi secara nasional.
Khofifah menjelaskan, penerapan WFH satu hari dalam sepekan dirancang agar tidak mengganggu kinerja ASN. Skema ini dipilih pada hari Rabu untuk menghindari potensi penyalahgunaan waktu kerja yang kerap terjadi jika WFH diterapkan menjelang akhir pekan.
Menurutnya, pilihan hari kerja ini mempertimbangkan pola mobilitas pegawai agar tetap terkendali. Ia menilai, jika WFH dilakukan pada hari Jumat, ada kecenderungan ASN memanfaatkannya untuk libur panjang yang justru meningkatkan konsumsi BBM.
Selain itu, kebijakan ini juga mempertimbangkan efisiensi jarak tempuh harian ASN. Berdasarkan data Pemprov Jatim, rata-rata pegawai menempuh perjalanan sekitar 14 kilometer menuju kantor atau 28 kilometer pulang-pergi setiap hari.
“Sistem WFH ini kami laksanakan selaras dengan kebijakan penghematan BBM dan energi dari pemerintah pusat,” ujar Khofifah, Rabu (25/3/2026).
Ia menegaskan, WFH bukan berarti pelonggaran disiplin kerja. “Ini mekanisme kerja fleksibel yang tetap menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, serta produktivitas tinggi dari ASN,” tambahnya.
Kebijakan ini diproyeksikan mampu menekan konsumsi BBM secara signifikan, terutama dari sektor transportasi harian ASN. Selain itu, WFH juga berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan seperti Surabaya.
Di sisi lain, pemerintah tetap menekankan pentingnya pengawasan kinerja agar pelayanan publik tidak terganggu. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan efektivitas kebijakan ini.
Khofifah berharap kebijakan ini dapat menjadi contoh penerapan kerja fleksibel yang tetap produktif sekaligus berkontribusi pada efisiensi energi. “Yang terpenting adalah kinerja tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang,” tegasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar